Tinggi, Indeks Rawan Bencana di Karangasem

“Kabupaten Karangasem sendiri berada diperingkat 91, atau nomor dua di Bali dengan skor 80 dan kelas rawannya tergolong tinggi. Indeks kebencanaan ini, memperlihatkan tingginya potensi bencana di Karangasem. Kami sedang memaksimalkan peran EWS (Early Warning System) kami,” kata Wayan Wisma, Kasi Kebencanaan dan Kesiapsiagaan BPBD Karangasem.

Wayan Wisma.JPG

Wayan Wisma, Kasi Kebencanaan dan Kesiapsiagaan BPBD Karangasem.

Musim hujan sudah tiba. Bencana akibat hujan dan angin kencang mulai mengancam warga. Kekhawatiran berbagai kalangan terhadap tingginya potensi bencana di Karangasem, cukup beralasan. Indes rawan bencana Karangasem ternyata tergolong tinggi di Bali. Karangasem menempati urutan nomor dua di Bali, setelah Kabupaten Buleleng yang indeks rawan bencananya tertinggi di Bali. Buleleng menempati rangking 72 dari 494 kabupaten pantauan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional) di Indonesia. 

Kasi Kebencanaan dan Kesiapsiagaan BPBD Karangasem Wayan Wisma, belum lama ini, mengatakan perhitungan Indeks Rawan Bencana Indonesia (IRBI) merupakan suatu perangkat analisis kebencanaan yang menunjukkan riwayat nyata kebencanaan di suatu wilayah. Riwayat kebencanaan tersebut tentu yang telah menimbulkan kerugian. Pengembangan ini memberikan informasi tentang karakteristik wilayah terhadap jenis kebencanaan yang pernah terjadi. Kemudian, dampak kerugian yang ditimbulkannya, baik kerugian nyawa, perumahan, luka-luka dan sebagainya.

Kabupaten Karangasem sendiri berada diperingkat 91, atau nomor dua di Bali dengan skor 80 dan kelas rawannya tergolong tinggi. Setelah itu, baru disusul dengan Kabupaten Gianyar diperingkat 164, Jembrana diperingkat 205, Badung diperingkat 273, Kota Denpasar diperingkat 301, Bangli diperingkat 307, Tabanan diperingkat 317 dan Klungkung diperingkat 339. “Indeks kebencanaan ini, memperlihatkan tingginya potensi bencana di Karangasem. Kami sedang memaksimalkan peran EWS (Early Warning System) kami,” katanya.

Saat ini, sistem EWS BPBD Karangasem baru dilengkapi dengan alat pendeteksi jenis bencana gempa bumi. Sedangkan, pendeksi jenis bencana yang diakibatkan oleh cuaca, seperti potensi hujan lebat, angin kencang dan gelombang pasang, dikatakan sedang dilakukan pengadaan tahun ini. Meski demikian, seluruh personil BPBD Karangasem selalu siaga, untuk antisipasi terjadinya bencana. Selain itu, tim EWS BPBD Karangasem juga terus meningkatkan kerjasama dengan BMKG Provinsi Bali, untuk menyebarluaskan update informasi peringatan dini kebencanaan kepada masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, I.B Ketut Arimbawa, menambahkan berdasarkan surat yang diturunkan BMKG Wilayah III Denpasar, yang ditembuskan ke BPBD, puncak musim hujan terjadi pada periode Januari sampai Pebruari. Untuk mengantisipasi peralihan musim ini, BMKG dalam suratnya mengingatkan agar diwaspadai angin kencang, petir dan hujan lebat secara sporadis. Selain itu, juga perlu diwaspadai gelombang tinggi sebagai dampak peningkatan angin kencang. BPBD juga diminta mengantisipasi bencana tanah longsor, banjir, dan pohon tumbang dengan penataan taman dan pemangkasan pohon.

Sedangkan, antisipasi gangguan petir pada alat rumah tangga, jika ada awan gelap sebaiknya segera putuskan antena televisi luar, kalau tidak yakin sistem pengamanan petir berjalan baik. BP-SWiB

Advertisements
This entry was posted in SEKITAR KITA. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s